Asiaaudiovisualexc09nitarusnitasari's Blog

Just another WordPress.com weblog

Agresifitas dan Imajinasi anak April 2, 2009

Filed under: Anak-anak — asiaaudiovisualexc09nitarusnitasari @ 3:03 pm

Agresifitas dan imajinasi anak sebagian besar dipengaruhi oleh tayangan atau program televisi, saat ini banyak film yang ditujukan untuk anak-anak namun ternyata cerita maupun pesan yang terkandung didalamnya tidak layak disebut sebagai tontonan anak-anak. Salah satunya adalah fim kartun.

Menurut Kidia, (Kritis Media untuk Anak), terdapat sebanyak 84% film kartun anak mendominasi siaran televisi di Indonesia. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, menunjukkan banyak film kartun yang sebenarnya tidak layak dikosumsi anak usia sekolah dasar, apalagi prasekolah.

Tayangan televisi mempengaruhi perkembangan kecerdasan, kemampuan berpikir dan imajinasi anak yang disebabkan kehadiran dua stimulus terus-menerus melalui bunyi dan gambar yang terus bergerak. Hal tersebut mengakibatkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi jadi pendek, yaitu hanya antara dua hingga tujuh menit.

Dampak negatif tayangan televisi lainnya adalah berkurangnya aktivitas fisik sehingga anak menjadi kurang terampil, kurang aktivitas, misalnya bermain, kurang sosialisasi dan komunikasi. Pada akhirnya, keterampilan emosi dan sosial anak tidak terlatih. Anak jadi malas dan kurang termotivasi untuk belajar.

Dampak tayangan TV yang lebih buruk terhadap anak adalah meningkatnya agresivitas dan kekerasan dan kematangan seksual secara lebih cepat. Salah satu contohnya, pernahkah orang tua melihat atau membaca berita mengenai anak usia 4 tahun yang meloncat keluar jendela lantai 2 rumahnya dan ia tewas. Hal tersebut ternyata dipengaruhi tayangan film kartun, dimana tokoh didalamnya tidak akan terluka walaupun dipukul, terlindas mobil ataupun jatuh dari ketinggian.

Anak seusia mereka, belum dapat membedakan antara hal yang tidak nyata dengan hal yang sesuai dengan kenyataan. Oleh sebab itu, orang tua sebagai orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama anak, sebaiknya lebih memperhatikan dan memilah tayangan televisi yang ditonton oleh anak.

Televisi adalah sebuah pengalaman yang dapat diterima oleh khalayak begitu saja. Namun demikian, televisi juga merupakan sesuatu yang membentuk cara berfikir kita tentang dunia. Bagaimana kita bersikap dan berperilaku secara tidak langsung dan tidak sadar selalu berkiblat pada televisi. Televisi telah membentuk dan mengubah pandangan dunia. Dalam kehidupan nyata, tak dapat dielakkan lagi jika televisi telah menyedot perhatian publik dari semua kalangan.

Meningkatnya tindak kekerasan dan perilaku negatif pada anak diduga sebagai dampak dari gencarnya tayangan televisi. Karena media ini memiliki potensi besar dalam merubah sikap dan perilaku masyarakat terutama pada anak-anak yang sangat mudah untuk dipengaruhi oleh tayangan televisi.

Televisi merupakan media yang paling dekat dengan masyarakat. Di era global ini, televisi telah menjamur ke semua sudut. Dengan mudah, keberadaannya dapat diakses dan dinikmati oleh semua khalayak. Media ini memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Budaya televisi telah mengubah tatanan kehidupan keluarga. Televisi turut berpotensi aktif untuk memberikan kontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, dan cenderung konsumtif.

Padahal di satu sisi, keluarga yang mempunyai waktu lebih sedikit dalam menonton televisi seharusnya mempunyai lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang lebih positif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan terutama dengan anak. Tak dapat dipungkiri, televisi telah menyedot perhatian anak. Begitu besarnya peran dan daya pikat yang dibuatnya membuat pengaruh televisi lebih dominan dalam kehidupan anak-anak.

Bahkan akibat yang lebih ekstrim, televisi dianggap anak-anak bukan hanya sebagai tontonan namun sebagai panutan yang wajib ditiru, bukan lagi berkiblat kepada orang tuanya. Hingga akhirnya, media ini menjadi bagian terdekat dan tak dapat dipisahkan dengan anak.

Banyaknya pilihan acara yang disuguhkan dari berbagai stasiun televisi, membuat anak semakin senang nongkrong di depan layar televisi. Tidak sedikit pihak stasiun televisi yang menyediakan acara-acara khusus untuk dikonsumsi anak-anak. Simak saja acara-acara Sabtu dan Minggu pagi, hampir semua stasiun televisi menyajikan program anak-anak.

Apalagi kini komunikasi antara orang tua dan anak cenderung berkurang sebagai konsekuensi kesibukan para orang tua pada pekerjaannya serta semakin hilangnya budaya mendongeng pada saat tidur. Akhirnya, anak menjadikan televisi sebagai teman akrab mereka yang setiap saat mereka bisa menyaksikannya.

Kekerasan dan pornografi menimbulkan kecemasan bagi para orang tua. Kondisi seperti ini tentu sangatlah wajar, karena kini anak-anak mereka bisa menyaksikan acara televisi setiap saat. Tindak kekerasan dan perilaku negatif lainnya yang kini cenderung meningkat pada anak langsung dan menuding televisi sebagai penyebab utamanya. Sementara itu para orang tua terus disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing. Padahal faktor keharmonisan keluarga ini merupakan satu cara ampuh untuk menangkal pengaruh negatif televisi. Menjaga komunikasi dan menanamkan pendidikan agama pada anak merupakan langkah yang paling tepat.

Televisi dengan berbagai programnya mampu memberikan informasi, pendidikan, hiburan, dan lain-lain, kepada khalayak di berbagai belahan bumi dan mampu mengubah perilaku pemirsa. Salah satu program televisi yang sangat digandrungi oleh anak-anak antara lain adalah film kartun. Banyak film kartun anak-anak yang ditayangkan berasal dari negara asing yang mungkin mempunyai latar budaya yang berbeda.

Menurut suatu penelitian tayangan buruk misalnya program yang mengandung kekerasan yang ditonton anak-anak selama mereka masih berusia di bawah tiga tahun akan berpengaruh negatif terhadap mental mereka. Akademi Pediatrik Amerika merekomendasikan anak-anak di bawah usia dua tahun tidak menonton televisi, sementara untuk anak yang lebih tua boleh menonton dengan batasan waktu tertentu.

Anak-anak di bawah tiga tahun yang melihat tontonan yang berorientasi kekerasan selama beberapa jam setiap hari dapat meningkatkan masalah perhatian dua kali lipat pada lima tahun kemudian.

Kehadiran televisi dalam industri audio visual sebagai sarana informasi sekaligus hiburan memberikan dampak yang bermacam-macam. Saat ini juga muncul banyak sekali film-film televisi, termasuk film kartun anak-anak yang menyajikan adegan kekerasan. Adegan-adegan ini diduga memberikan dampak yang negatif bagi perilaku anak-anak, termasuk tindakan agresi.

Banyak faktor pemicu perubahan psikologis anak. Salah satunya adalah media televisi. Intensitas menonton tayangan televisi oleh anak dapat menimbulkan gangguan minat sosial, seperti malas untuk bermain dengan teman-teman sebayanya karena terlalu asik menonton, gangguan perhatian, kecenderungan bersikap autis, rendahnya minat relajar anak serta yang paling penting adalah imajinasi anak akibat pengaruh terhadap tayangan televisi yang kurang baik. Hal terakhir ini tentu sangat merugikan si anak.

Bebeberapa film yang sangat digemari oleh anak-anak yang di dalamnya menyajikan banyak sekali adegan kekerasan, baik secara fisik, penyerangan terhadap benda mati, robot dan makluk-makluk luar angkasa menyerang secara verbal (dengan menggunakan kata-kata) maupun perampasan terhadap hak milik orang lain, film ini menunjukan agresif seorang tokoh dalam film yang kemudian di tiru atau diikuti oleh anak sehingga menimbulkan sikap agresifitas pada anak.

Salah satu film kartun yang berasal dari Jepang digemari oleh pemirsa terutama anak-anak. Kartun yang merupakan tokoh utama adalah kucing ajaib mempunyai kantong yang ajaib. Kantong ajaib ini dapat mengeluarkan segala macam peralatan yang dapat memenuhi keinginan-keinginan yang seringkali tidak masuk akal. Dengan tayangan atau film seperti ini menimbulkan imajinasi pada anak sehingga membayangkan keinginan-keinginan yang belum terkabul dari semua tayangan membuat efek tidak baik dalam perkembangan anak seharusnya dapat dijadikan sebagai dasar informasi bagi pihak berwenang untuk penyeleksian film-film anak-anak dari negara lain.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s